<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>untuk Indonesia</title>
	<atom:link href="http://tokekbatu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tokekbatu.wordpress.com</link>
	<description>...mari berbagi...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 16:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tokekbatu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>untuk Indonesia</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tokekbatu.wordpress.com/osd.xml" title="untuk Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tokekbatu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pelajaran dari om bob</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/pelajaran-dari-om-bob/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/pelajaran-dari-om-bob/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 09:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalau kamu ingin sukses, tak perlu banyak berpikir, yang Anda perlukan hanyalah melangkah dan terus melangkah.&#8221; (Bob Sadino) Kata-kata itu sungguh mudah diucapkan, tapi bagi kebanyakan orang, tentu sangat sulit dilakukan. Bagaimana mungkin orang bisa sukses hanya dengan melangkahkan kaki? Maksud melangkahkan kaki, tentu saja di bidang usaha atau wirausaha. Lalu bagaimana dengan risiko, modal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=118&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kalau kamu ingin sukses, tak perlu banyak berpikir, yang Anda perlukan hanyalah melangkah dan terus melangkah.&#8221; (Bob Sadino)</p>
<p>Kata-kata itu sungguh mudah diucapkan, tapi bagi kebanyakan orang, tentu sangat sulit dilakukan. Bagaimana mungkin orang bisa sukses hanya dengan melangkahkan kaki? Maksud melangkahkan kaki, tentu saja di bidang usaha atau wirausaha. Lalu bagaimana dengan risiko, modal, perencanaan, hambatan, dan seabrek masalah lain?<br />
Pertanyaan berikutnya adalah, perkataan itu memang sangat mudah diucapkan oleh orang sekaliber Bob Sadino karena memang ia sudah sukses, sudah kaya raya. Apakah ia berani mengucapkan kalimat itu saat ia mulai merintis usahanya beberapa puluh tahun lalu? Atau, apakah semua orang boleh dan bisa mengucapkan kalimat itu?</p>
<p>Itulah sederet pertanyaan yang dilontarkan oleh Alvito Deanova dari TVOne pada acara Tokoh yang disiarkan Minggu (26/9) malam. Perbincangan santai itu sungguh menginspirasi banyak orang untuk sesegera mungkin bangkit dan membuka usaha secara mandiri.<br />
Kalau boleh dikata, perbincangan itu sungguh memprovokasi orang untuk tidak takut gagal dalam berusaha. Bagi karyawan yang sedang berpikir untuk keluar dari pekerjaannya, dan berniat berwirausaha, perbincangan itu sungguh menggelitik hati untuk segera meninggalkan pintu kantor untuk selama-lamanya. Dengan kata lain, segera bikin surat pengunduran diri saat ini juga, dan lakukan rencana bisnis Anda betapapun sederhana rencana itu.<br />
Ya. Pada perbincangan itu, Om Bob sungguh sangat matang dalam menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan. Mungkin karena ia telah banyak belajar filsafat (hehehe). Sebagai sebuah provokasi (untuk tujuan baik tentunya), memang hal itu cukup mudah diucapkan. Meski, tentu saja banyak orang yang memprotesnya. Tapi jika berpikir lebih jauh, semestinya hidup itu memang semudah yang diucapkan oleh Om Bob.<br />
Bukankah Tuhan sudah menyiapkan semua yang diperlukan seluruh umatnya? Bukankah Tuhan sudah menyiapkan jawaban atas semua doa yang diminta umatnya? Bukankah Tuhan telah berjanji memenuhi seluruh permintaan umatnya? Terlebih lagi, bukankah Tuhan itu Maha Adil, yang dengan demikian bahwa sukses itu milik semua orang, tak hanya milik Bob Sadino saja?<br />
Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Hampir semua orang takut melangkah. Sederet bayangan kegagalan untuk memulai sesuatu (apalagi keluar dari pekerjaan dan berniat memulai sebuah usaha baru), selalu membayangi diri tiap manusia. Apalagi jika kita mulai berpikir bahwa kita punya tanggung jawab terhadap anak istri dan keluarga, takut masa depan suram, dan takut akan bayangan- bayangan yang lain. Dengan sederet aturan logika, tentu saja sederet hal-hal menakutkan itu wajar dikemukakan.<br />
Ketakutan akan kegagalan itu adalah hal yang sangat wajar. Sepanjang umur kita, kita selalu diajarkan untuk takut. Termasuk takut terhadap sesuatu yang tidak jelas. Ketakutan itu diajarkan kepada kita sejak bayi baik di rumah, tetangga, maupun di sekolah dan lingkungan. Ketakutan itu diajarkan kepada kita melalui kata &#8220;tidak&#8221; dan &#8220;jangan&#8221; yang dijejalkan kepada kita pada hampir tiap kegiatan yang kita rencanakan.<br />
Padahal, sebagian besar ketakutan yang kita pikirkan tidak pernah terjadi dan menimpa kita. Salah satu contoh, kita selalu takut akan kegelapan, takut miskin, takut rezeki seret, dan lain-lain. Beberapa orang bijak mengatakan, ketakutan itu bagaikan macan. Jika Anda memelihara ketakutan itu, betapapun kecilnya rasa takut itu, suatu saat akan menerkam Anda. The Secret mengajarkan, jika Anda terus menerus memikirkan ketakutan, maka ketakutan itu akan benar-benar menerkam Anda. Karena, tiap pikiran yang Anda bayangkan secara terus menerus, merupakan sebuah doa yang selalu dijawab oleh Tuhan.<br />
Beberapa orang bijak menyarankan kita sesegera mungkin meninggalkan rasa takut. Jika rasa takut itu menghantui, segera fokuskan pada pikiran atau aktivitas yang lain. Memang sangat sulit mengusir rasa takut, apalagi jika rasa itu sudah menghantui. Kabar baiknya, kita diberi senjata berupa &#8220;kesadaran&#8221;. yang dengan senjata itu kita bisa segera meninggalkan rasa takut itu. Dengan kesadaran itu, kita bisa memilih untuk tetap takut pada sesuatu yang tidak pasti, atau menikmati indahnya hidup ini.<br />
Di sisi lain, rasa takut sungguh mematikan. Akibat takut, kita tidak bisa berbuat apa-apa, banyak kesempatan yang semestinya bisa diraih, tapi akhirnya hilang dengan sia-sia. Contoh sederhana, pada suatu malam, kita kebelet pipis dan ingin segera ke WC, tapi karena takut adanya hantu (apalagi letak kamar mandi agak gelap), maka kita merasa takut buang air.Padahal jika kita nekat ke WC, belum tentu (dan hampir pasti) hantu itu tidak ada.<br />
Kita memang terlalu takut akan sesuatu yang tidak pasti. Akibatnya, sejumlah rencana bisnis yang telah disusun tak jadi dijalankan. Bisnis belum juga dijalankan, tapi rasa takut sudah mengalahkan Anda sebelum Anda melangkah untuk pertama kalinya. Padahal jika kita nekat menjalankan rencana bisnis, belum tentu ada hambatan, atau setidaknya hambatan yang terjadi mungkin tidak seberat yang Anda bayangkan.<br />
Betul kata Om Bob, &#8220;Jika Anda ingin memulai usaha, jalankan saja&#8221;. Jika suatu saat terbentur masalah, pasti selalu ada jalan. Ada seribu jalan menuju Roma. Tentu saja, Anda harus membuka diri, banyak belajar dan tetap semangat. halah. Secara sederhananya seperti ini: Jika kita ingin mandi, kita tak perlu berpikir mandinya bagaimana, masuk pintu kamar mandi bagaimana, cara mandinya seperti apa, dan sederet pertanyaan lain. Yang harus kita lakukan hanyalah melangkahkan kaki ke kamar mandi, lalu mandi, titik.<br />
Pada Minggu, 3 Oktober, saya mendapat email dari Anne Ahira, CEO Anne Ahira.com. Email itu berisi artikel tentang memulai sebuah bisnis. Saya anggap, kiriman artikel dari Ahira ini cukup mengejutkan dan kebetulan. Sebab, email itu datang saat saya sedang mempersiapkan tulisan ini. Jadi, sekalian ide pokok dari Ahira itu bisa saya sharing dalam tulisan ini.<br />
Menurut Ahira, untuk memulai sebuah bisnis tak perlu takut. Persis seperti yang diungkapkan Om Bob, menurut Ahira, tak seharusnya orang batal menjalankan bisnis hanya gara-gara tak punya modal. Lebih &#8220;rasional&#8221; dari Om Bob, Ahira mengatakan, sebetulnya manusia diberi modal oleh Tuhan sejak lahir. Menurut Ahira, lapar adalah modal mencari makan, haus adalah modal untuk mencari minum, dan ketiadaan modal adalah modal untuk mencari modal dan penghasilan. (asyik ya&#8230;)<br />
Ahira menegaskan, untuk bisa berhasil, sukses dan kaya raya, orang harus bekerja keras. Tak ada sukses diraih secara instan, semua harus diperjuangkan. &#8220;Yang namanya KERJA KERAS adalah mutlak untuk seorang pebisnis. Berani babak belur di awal. Siapkan mental Anda untuk mengalami kegagalan dan kerugian yang bertubi-tubi. Tidak hanya selalu memikirkan keuntungan.&#8221; kata Ahira.<br />
Ya, dari artikel ini, kita telah belajar dari dua orang miliarder asli Indonesia. Kita sudah semestinya bersyukur punya pengusaha sukses yang mau berbagi, mau sharing dan membocorkan rahasia kesuksesannya. Tapi sekali lagi, untuk sukses memang tak bisa diraih secara instan. Harus melalui proses kerja, kerja dan kerja.<br />
Satu hal yang ingin saya sampaikan, kita terlahir dalam keadaan tak punya apa-apa, dan tak bisa berbuat apa-apa. Tapi pada akhirnya, semua hal bisa kita lakukan hingga pada usia kita saat ini. Ketika kita lahir, kita tak pernah berpikir untuk takut menjalani hidup ini. Semua hanya tinggal dijalani dengan melangkahkan kaki, dan hasilnya adalah seperti yang terjadi pada diri kita saat ini. Jika kita merasa belum sukses saat ini, berarti kita harus melihat &#8220;ke dalam.&#8221; Memeriksa kembali visi dan misi hidup kita.<br />
Memang, hingga usia kita pada detik ini, perjalanan hidup tak selalu mulus. Ada banyak tantangan dan rintangan. Tapi toh, ada banyak jalan untuk mengatasi rintangan hidup. Orang bijak mengatakan, yang membedakan orang sukses dan gagal adalah bagaimana ia memandang dan mengubah rintangan menjadi tantangan menuju kesuksesan.<br />
Jadi, jangan takut untuk melangkah. Toh Tuhan sudah menyiapkan semua jawaban atas semua pertanyaan dan rintangan hidup, termasuk di dalam dunia bisnis. Semoga artikel ini bermanfaat, dan sukses untuk Anda&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=118&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/pelajaran-dari-om-bob/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dapat cek</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/dapat-cek/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/dapat-cek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 09:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Ikhlaskan saja&#8230; dan kebahagiaan pun akan segera menghampiri dan memeluk Anda dengan penuh kedamaian. Kira-kira seperti itulah yang sedang saya alami saat ini. Betapa tidak. Saat ini saya sedang didera krisis finansial yang lumayan besar. Tapi alhamdulillah, setelah mengikhlaskannya, tiba-tiba datang rezeki dari langit. Saat ini saya sedang menambah bangunan di belakang rumah baru kami. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=116&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikhlaskan saja&#8230; dan kebahagiaan pun akan segera menghampiri dan memeluk Anda dengan penuh kedamaian.</p>
<p>Kira-kira seperti itulah yang sedang saya alami saat ini. Betapa tidak. Saat ini saya sedang didera krisis finansial yang lumayan besar. Tapi alhamdulillah, setelah mengikhlaskannya, tiba-tiba datang rezeki dari langit.</p>
<p>Saat ini saya sedang menambah bangunan di belakang rumah baru kami. Ternyata, anggaran yang telah kami rencanakan meleset. Dana yang dibutuhkan ternyata jauh lebih besar dari perhitungan. Padahal faktanya, uang di tabungan saya sudah terkuras, sementara uang di tabungan istri saya akan kami gunakan untuk cadangan cicilan dan keperluan lain.</p>
<p>Di sisi lain, kini ada dua tukang bangunan yang merenovasi rumah kami harus dibayar gajinya. Plus, beberapa material bangunan yang harus kami beli lagi untuk melengkapi bangunan rumah kami. Praktis, hanya ada satu peluang yang kami harapkan, yaitu menunggu tanggal 25. (Nggak tau ada apa ya di tanggal 25 itu, hehehe&#8230;) Padahal, masih ada beberapa hari lagi menunju tanggal 25.</p>
<p>Kalau sudah begini, ndak ada jalan lain, kecuali meminta kepada-Nya. Dan inilah saatnya quantum ikhlas, jreeeenggg&#8230;. (hehehe.. ). Singkat cerita, saya pun memutar CD quantum ikhlas yang luar biasa itu. Saya ikhlaskan semuanya kepada-NYA. Saya pasrahkan kepada-NYA, dan saya bayangkan saya sudah berhasil keluar dari krisis ini. Saya sangat yakin jika ikhlas, pasti Allah akan membantu umatnya. (Bukan begitu gan..?.). Yang perlu saya lakukan hanyalah iklhas dan memasrahkan semuanya kepada Allah. Soal bagaimana cara masalah ini bisa terselesaikan, itu urusan Allah.</p>
<p>Dan ternyata betul, pada Kamis, 21 Oktober malam, rezeki nomplok itu pun datang. Tanpa disangka-sangka, saya diberi selembar cek Bank Panin senilai Rp 1 juta. Alhamdulillah. Uang itu sangat membantu kehidupan kami. Cek itu betul-betul datang di saat yang tepat. Begitu menerima lembaran cek itu, dengan serta merta, saya ucapkan syukur alhamdulillah dari hati yang paling dalam. Untuk diketahui, saya sering mengucap syukur secara mendalam, benar-benar dari lubuk hati terdalam, bahkan kalau perlu sampai memunculkan getaran. Hal itu saya lakukan, selain sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Khalik, juga biar rezeki itu ditambah. (halah&#8230;). Bukankah Tuhan berjanji akan menambah rezeki umatnya jika umatnya mau mensyukuri tiap nikmat yang diberikan-NYA? (betul kan gan?</p>
<p>Tapi nanti dulu, bagaimana ceritanya cek itu bisa datang secara tiba-tiba? Ceritanya begini. Sekitar dua minggu yang lalu, seorang teman lama tiba-tiba menelepon saya. Padahal, saya sudah tidak pernah bertemu dengannya selama tujuh tahun. Selama waktu tidak bertemua itu, mungkin hanya dua atau tiga kali kami berteleponan. Nah, baru dua minggu yang lalu, ia tiba-tiba telepon saya. Ia bilang mau datang ke Banjarmasin bersama rombongan Pemkab Sleman dan teman-teman lain.</p>
<p>Saat itu, saya sangat senang mendengar kabar itu. Karena lama tidak ketemu, saya pun berniat membantu semua keperluannya saat di Banjarmasin. Tentu saja, saya membantunya dengan penuh keikhlasan. Sungguh, saya tak punya niat apapun selain ingin membantu teman saya menikmati kunjungannya ke Banjarmasin. Beberapa saat kemudian, staf Humas Pemkab Sleman gantian yang menelepon saya. Intinya, mereka ingin dibantu selama kunjungan di Banjarmasin, termasuk mencarikan travel yang bisa mengurus semua keperluan selama kunjungan.</p>
<p>Tiba-tiba saja, ada yang menggerakkan saya untuk menghubungi salah satu travel terkenal di kota ini. Kepada owner travel ini, saya ceritakan bahwa teman-teman saya akan berkunjung ke Banjarmasin dan ingin dibantu akomodasi. Tak lupa, saya beri nomor contact person panitia dari Sleman. Praktis, hingga menjelang kunjungan, saya banyak cari-cari informasi lalu menyambungnya ke pihak-pihak terkait.</p>
<p>Hingga akhirnya sampai pada datangnya rombongan itu ke Banjarmasin. Pada Kamis malam, rombongan mengunjungi kantor saya, seperti yang kami rencanakan. Suasana akrab pun menyelimuti ruangan kantor kami. Pertemuan itu ibarat reuni besar karena beberapa teman kantor, termasuk pimpinan kami punya hubungan historis dengan Yogyakarta dan Sleman. Nah, usai pertemuan itu lah datang rezeki itu. Alhamdulillah.</p>
<p>Saya ndak tahu apakah niat saya menolong teman-teman secara ikhlas, menyerahkan masalah krisis finansial saya kepada Allah dan datangnya rezeki itu ada kaitannya atau tidak. Walahualam. Yang jelas, saya hanya berupaya memasrahkan. Soal bagaimana Allah memudahkan urusan saya, atau memberikan rezeki dan kebahagiaan kepada saya, seperti yang saya harapkan, itu adalah urusan Allah. Allah sering menyiapkan jawaban atas doa kita melalui cara yang tidak disangka-sangka. Jika Allah telah berkehendak, tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghalanginya. Bahkan, rasio pun tak bakal mampu mengurainya.</p>
<p>Dan pada akhirnya, saya merasa senang karena kini bisa aktif lagi memosting di blog ini. Terlebih, isi postingan lebih banyak berupa miracle yang akhir-akhir ini memang kerap menghampiri keluarga kami. Saya berharap bisa memosting lebih banyak lagi miracle sehingga bisa membuat saya lebih bersemangat untuk menjalani hidup yang lebih baik. Syukur apa yang saya lakukan ini bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=116&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/dapat-cek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jadi pengusaha tanpa modal</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/jadi-pengusaha-tanpa-modal/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/jadi-pengusaha-tanpa-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 09:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Kebanyakan dari kita, orang Indonesia, selalu terjebak pada mental blok, yaitu sikap yang membuat kita takut pada sesuatu yang tidak jelas. Akibatnya, rencana atau cita-cita yang telah kita susun tidak pernah terlaksana. Pendek kata, kita selalu mencari-cari alasan pembenar yang menyebabkan rencana atau cita-cita kita tidak pernah terlaksana. Menurut saya, ini adalah penyakit kronis yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=109&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan dari kita, orang Indonesia, selalu terjebak pada mental blok, yaitu sikap yang membuat kita takut pada sesuatu yang tidak jelas. Akibatnya, rencana atau cita-cita yang telah kita susun tidak pernah terlaksana. Pendek kata, kita selalu mencari-cari alasan pembenar yang menyebabkan rencana atau cita-cita kita tidak pernah terlaksana. Menurut saya, ini adalah penyakit kronis yang sulit disembuhkan kecuali kita berada pada posisi terjepit.</p>
<p>Saya punya kenalan seorang teman. Ia datang dari Madura dan merantau ke Banjarmasin tanpa modal. Hidupnya pun menumpang di rumah rekan-rekannya dari Madura yang kebanyakan sebagai penjual sate dan tukang tambal ban. Tapi saya lihat ada sesuatu yang berbeda darinya. Ia sangat ulet dan tekun. Pada akhirnya, ia bisa survive, bahkan bisa mempunyai tabungan untuk keluarganya di rumah.<span id="more-109"></span></p>
<p>Saat awal di kota ini, ia tidak punya apa-apa, hingga pada akhirnya ia bisa beli sepeda motor second untuk usaha. Yang saya salut dari dia adalah, teman saya ini tidak pernah mengeluh. Dia bilang, kalau hanya cuma bisa mengeluh, ia dan keluarganya tidak akan pernah bisa makan. &#8220;Mengeluh tidak bisa membuat perut kenyang,&#8221; katanya.</p>
<p>Dengan keuletannya, ia mau mengerjakan apa saja. &#8220;Yang penting halal,&#8221; katanya lagi. Tiap pagi, ia nongkrong di tempat usaha temannya yang tukang tambal ban. Tapi, ia tidak sekadar nongkrong menganggur. Selain membantu menambal ban, ia juga selalu menyempatkan diri bertanya kepada penambal ban apa yang bisa ia bantu.</p>
<p>Pernah suatu ketika, saya menambal ban mobil di tempatnya nongkrong. Di sela-sela menambal ban ia menawari saya mengganti kaca spion saya yang pecah. Bagi saya, ini sebuah tawaran yang menarik. Karena selama beberapa bulan terakhir kaca spion saya yang kanan pecah karena ditabrak orang. Saya sudah berupaya mencari spion pengganti ke banyak toko spare part tapi tidak ada yang cocok. Kalau beli yang hampir sama, harganya Rp 750 ribu, dan itu pun harus pesan dari Jakarta.</p>
<p>Setelah tawar menawar, akhirnya dia sepakat mengganti kaca spion saya dengan tarif Rp 150 ribuan. Setelah menambal ban, ia pun mencopot kaca spion saya untuk di bawa ke tempat temannya yang lain. Dalam waktu kurang dari satu jam, ternyata spion saya sudah jadi. Dengan jujur, ia pun mengatakan, bahwa ongkos ganti dan pasang hanya Rp 125 ribu, karena kaca dan lem sudah tersedia, jadi ia tidak beli baru. Tapi karena sejak awal sudah deal Rp 150 ribu, saya tetap membayarnya Rp 150 ribu. Bagi saya itu tidak masalah, toh kalau beli di toko harganya sangat mahal, dan hasil pengerjaannya cukup baik.</p>
<p>Nah dari contoh itu, bisa diambil hikmahnya, bahwa jika kita mau berusaha, pasti ada jalan. Dengan keuletan dan pantang menyerah, teman saya bisa hidup survive. Bahkan ia bisa mendapat penghasilan tanpa modal. Kita juga bisa berbuat yang sama. Bahkan, kita bisa berbuat apa saja untuk menentukan masa depan kita sendiri. Bukankah masa depan kita ada di tangan kita sendiri? Sebetulnya, semua manusia dilahirkan dalam kondisi sama. Sama-sama tak berdaya. Tapi dalam perkembangannya, ada manusia yang miskin, kaya raya, menderita, atau bahagia.</p>
<p>&#8220;Tuhan tidak mengubah nasib kaumnya jika ia tidak mau mengubah dirinya sendiri&#8221; Artinya, Tuhan menyerahkan masa depan kepada kita. Kita bisa memilih untuk hidup miskin, kaya, atau bahagia. Semua terserah kita, tinggal kita mau atau tidak.</p>
<p>Jika sampai di sini kita masih tetap takut melangkah (lebih tepatnya takut pada sesuatu yang tidak jelas), ini ada sedikit ilustrasi yang mungkin bisa menjadi renungan. Saat lulus sekolah, entah itu SD, SMP atau SMA, saya selalu takut. Ketakutan saya adalah, apakah saya bisa atau mampu bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi setelah menjalaninya, ternyata saya bisa lulus kuliah. Ketakutan itu terulang lagi setelah saya lulus kuliah. Saya bertanya dalam diri, apakah nanti saya bisa bekerja? Ternyata setelah menjalani hidup, dan berusaha, saya bisa dapat pekerjaan. Bahkan, pekerjaan ini saya dapatkan tak lama setelah wisuda.</p>
<p>Hal yang sama ternyata juga terjadi saat akan berumah tangga. Apakah nanti saya bisa menghidupi anak istri? Dan setelah menjalaninya, alhamdulillah ternyata perkawinan kami sudah masuk tahun ketujuh. Dan kabar baiknya, saya, anak dan istri tidak pernah kelaparan karena tidak bisa makan. hehehe&#8230;</p>
<p>Nah, dari sini kita bisa ambil kesimpulan, bahwa selama ini kita memang selalu takut pada sesuatu yang tidak jelas. Tapi setelah kita menjalaninya, ternyata selalu ada jalan atau cara untuk memecahkan persoalan yang menghadang hidup kita. Bukankah Tuhan telah berjanji bahwa Ia tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan manusia? Bukankah Tuhan mengajarkan pada kita banyak jalan untuk menyelesaikan masalah hidup? Semua kembali kepada diri kita.</p>
<p>Seorang motivator mengatakan, &#8220;Kesuksesan bisa diraih secara mudah jika kita pandai mengajukan/membuat pertanyaan.&#8221; Kebanyakan dari kita menggunakan kata tanya &#8220;mengapa&#8221;, sementara orang sukses selalu menggunakan kata tanya &#8220;bagaimana.&#8221; Contohnya: kita sering bertanya, &#8220;mengapa gaji saya kecil? Mengapa saya hidup pas-pasan? Mengapa saya tidak punya ini dan itu? (selalu pesimis). Sementara para pengusaha dan orang-orang sukses selalu bertanya: &#8220;Bagaimana caranya saya bisa meningkatkan omset? Bagaimana caranya membeli apartemen mewah? Bagaimana caranya menambah income? dll (selalu optimistis).</p>
<p>Jika mental blok ini sudah bisa kita atasi, kita tinggal menentukan langkah besar selanjutnya. Buatlah mimpi besar untuk keluarga Anda ke depan. Jangan takut melangkah karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Masih banyak kawan baik, saudara atau teman lain yang siap membantu. Insya Allah&#8230; Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=109&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/jadi-pengusaha-tanpa-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cara gampang jual mobil second</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/cara-gampang-jual-mobil-second/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/cara-gampang-jual-mobil-second/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[    INI strategi yang cukup unik. Awalnya ini bermula dari kegemaran saya yang suka berpikir out of the box dan berpikir besar (halah). Sejak tiga tahun terakhir saya mempunyai mobil bekas, Suzuki Amenity tahun 1991. Saya membeli mobil ini seharga Rp 28,5 juta, dan setelah tiga tahun memakainya, saya berpikir untuk mengganti mobil ini dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=105&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00245-20111105-1807.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-106" title="mobil bekas jadi rebutan" src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00245-20111105-1807.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>    INI strategi yang cukup unik. Awalnya ini bermula dari kegemaran saya yang suka berpikir out of the box dan berpikir besar (halah). Sejak tiga tahun terakhir saya mempunyai mobil bekas, Suzuki Amenity tahun 1991. Saya membeli mobil ini seharga Rp 28,5 juta, dan setelah tiga tahun memakainya, saya berpikir untuk mengganti mobil ini dengan yang lebih muda. Bukannya kami tidak mau bersyukur, tapi dari hitung-hitungan biaya perawatan, mobil ini rada mahal.<br />
Awalnya sempat kebingungan juga menjual mobil ini. Kalau dijual apa adanya, jelas harganya akan anjlok. Kemungkinan besar harganya cuma pada kisaran Rp 24 jutaan. Selain rugi, kami akan kesulitan mencari mobil lain, atau setidaknya diperlukan modal yang cukup besar untuk mengganti mobil dengan yang lebih muda.Tiba-tiba muncul ide gila, ya saya ingin menjual mobil saya seharga Rp 50 juta. Nah lho, gila kan?<span id="more-105"></span></p>
<p>Tapi bagi saya, tidak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. Asalkan kita mau berusaha, dan berdoa keras, semua pasti ada jalannya. Setelah putar otak sekian hari, pada akhirnya terlintas sebuah ide. Saat itu saya sedang membaca iklan rumah dijual di koran. Setelah saya kontak pemiliknya, ternyata rumah itu sudah sekian bulan diiklankan dan tidak laku. Lalu saya coba kontak pemilik rumah untuk saya ajak kerja sama.<br />
Begini kerja samanya. Pemilik rumah itu ingin rumahnya terjual Rp 250 juta, sementara saya ingin mobil saya laku Rp 50 juta. Lalu saya tawarkan kepada pemilik rumah untuk menjualkan rumahnya dengan cara saya. Saya bilang ke pemilik rumah, saya yang akan menjualkan rumahnya termasuk mengiklankan di koran. Dengan catatan harga rumahnya tetap sesuai keinginannya.<br />
Akhirnya terjadi deal. Ia ingin rumahnya terjual Rp 250 juta. Tapi kalau ada penawaran, harga terendah rumahnya harus Rp 240 juta. Saya pun mengiklankan rumah itu di koran seharga Rp 299 juta. Nah lho kok jadi mahal? Iya karena dengan harga segitu pembeli rumah akan mendapat bonus mobil secara gratis. Jadi di iklan koran,saya tulis &#8220;Jual rumah Rp 299 juta, bonus mobil.&#8221;<br />
Dengan harga segitu, mobil saya bisa terjual Rp 49 juta. Kenapa tidak saya tulis Rp 300 juta saja, sehingga mobil saya bisa dihargai Rp 50 juta. Itu hanya trik psikologis untuk memengaruhi calon pembeli. Dengan harga segitu, ia akan berpikir hanya akan mengeluarkan uang sebesar Rp 290 jutaan, bukan Rp 300 juta. (meski selisihnya hanya Rp 1 juta, tapi secara psikologis cukup berpengaruh).<br />
Yang terlintas di pikiran saya adalah, kebanyakan orang, kalau diberi bonus pasti akan suka. Tak peduli itu orang miskin atau orang kaya, pasti akan senang diberi bonus. Salah satu buktinya adalah, saat saya mencuci mobil saya di pencucian, saya bertemu dengan seorang pengusaha kaya. Saat itu, orang itu sedang membaca iklan saya di koran. Setelah bicara panjang lebar, ternyata ia tertarik dengan iklan saya. Tapi sayang, ia sedang sibuk dan akan pergi ke luar kota, jadi tak sempat melihat rumah yang saya iklankan.<br />
Selain itu, dengan sistem seperti ini, semua pihak akan jadi senang. Pemilik rumah senang karena diiklankan gratis dan harga rumahnya sesuai keinginan, saya juga senang mobil saya dihargai lebih mahal, dan pembeli rumah juga akan senang karena dia beli rumah dapat mobil. hehehe&#8230;<br />
Beberapa hari berjalan, ternyata ada satu teman kantor saya yang juga ingin menjual rumahnya. Tapi ia kebingungan menentukan harga, karena rumahnya biasa saja, alias tidak ada nilai lebih yang bisa menarik hati calon pembeli. Akhirnya, setelah ngobrol, kita deal. Dia pun mengiklankan rumahnya dengan bonus mobil saya. Jadi dengan demikian, mobil saya yang butut itu sedang diperebutkan dua orang, walah&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=105&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/cara-gampang-jual-mobil-second/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00245-20111105-1807.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mobil bekas jadi rebutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>beli rumah tanpa uang</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/beli-rumah-tanpa-uang/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/beli-rumah-tanpa-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[rumah kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[the secret]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun terakhir strategi membeli rumah tanpa modal mulai banyak dilakukan orang. Strategi ini juga banyak diseminarkan di kota-kota besar dengan biaya seminar mencapai Rp 3 jutaan per sesi selama dua jam. Meski terhitung mahal, ternyata peminatnya tetap saja membeludak. (dan saya belum pernah ikut seminarnya karena tak pernah diselenggarakan di kota saya, hehe). Itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=99&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<p><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00248-20111106-1106.jpg"><img src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00248-20111106-1106.jpg?w=300" alt="" border="0" /></a><br />
Dua tahun terakhir strategi membeli rumah tanpa modal mulai banyak dilakukan orang. Strategi ini juga banyak diseminarkan di kota-kota besar dengan biaya seminar mencapai Rp 3 jutaan per sesi selama dua jam. Meski terhitung mahal, ternyata peminatnya tetap saja membeludak. (dan saya belum pernah ikut seminarnya karena tak pernah diselenggarakan di kota saya, hehe). Itu bisa dimengerti mengingat strategi ini cukup provokatif dan mengena. Siapa sih hari gini yang tak ingin punya rumah sendiri, gratisan lagi. Bahkan jika strategi ini benar-benar diterapkan, kita bisa mempunyai banyak rumah di beberapa kota.<span id="more-99"></span><br />
Meski saya baru taraf mencoba, tak ada salahnya saya berbagi ilmu dengan teman-teman. Saat ini, saya juga masih terus mencoba untuk membeli rumah-rumah yang lain. Untuk diketahui, saat ini saya sedang proses akad rumah ketiga saya. (ehm&#8230;).Tapi rumah yang ini rumah apa adanya, hanya tipe 36 saja. Awalnya saya tidak berminat membeli rumah ini, tapi gak ada salahnya membelinya, etung-etung untuk tabungan. Daripada tabungan berbentuk uang tak pernah bisa bertahan lama. hehehe.<br />
Baiklah, saya cerita rumah saya yang pertama, letaknya di Kota Banjarbaru. Saya beli rumah ini sangat murah. Uang mukanya cuma Rp 3,5 juta. Enaknya lagi, uang muka itu saya angsur tiga kali, hehe, enak banget ya. Sebetulnya uang mukanya sih Rp 7 juta, tapi pengembang memberi diskon 50 persen untuk 10 pembeli pertama.<br />
Awalnya banyak orang yang tidak suka dengan lokasi rumah ini. Letaknya cukup jauh dari kota. Tapi saat itu feeling saya mengatakan, perkembangan kota ini akan sangat bagus. Apalagi saat itu calon Gubernur Kalsel (saat itu terkuat) sudah berniat memindahkan ibu kota Kalsel ke Banjarbaru. Dia juga menjadikan pemindahan ibu kota ini sebagai jualannya saat kampanye. Dan ternyata tahun ini, pemindahan ibu kota itu benar-benar terealisasi. Dan saya pun beruntung karena lokasi rumah ini hanya sekitar tiga kilometer dari kantor Pemprov Kalsel yang baru itu.<br />
Jadi, jika saat itu rumah saya harga jualnya hanya Rp 49 juta, kemungkinan besar saat ini harganya sudah lebih dari Rp 90jutaan, karena tahun lalu sempat ditawar Rp 80 juta tapi belum saya lepas. Angsuran rumah saya ini Rp 315 ribu per bulan selama 15 tahun. Baiklah, sekarang kembali ke strategi beli rumah tanpa modal.<br />
Jika kita ingin membeli rumah, pastikan lokasinya strategis, atau setidaknya prospektif untuk dijadikan lokasi hunian yang nyaman atau prospektif untuk usaha. Hampir dua tahun lalu, rumah saya ini dikontrak orang dengan tarif Rp 300 ribu per bulan. Saya mengikat pengontrak selama dua tahun bayar di muka. Artinya pengontrak membayar Rp 7.200.000 di muka. Dengan demikian, uang muka yang saya bayarkan sebesar Rp 3,5 juta sudah tergantikan. Selain itu, saya dapat cashback dana segar sebesar Rp 3.700.000. Kabar baiknya, pengontrak saya ternyata membuat pagar keliling tanah rumah saya. (alhamdulillah, untung dua kali).<br />
Itu untuk kasus rumah KPR. Lalu bagaimana jika kita ingin membeli rumah yang bukan KPR? Tetap saja bisa. Jika kita ingin membeli rumah dengan uang bank, kita harus berpikir kreatif. Artinya, kalau kita mampu mengangsur, tidak masalah, tapi jika tidak mampu, sebaiknya berpikir mencari pengontrak rumah yang akan kita beli.<br />
Untuk mudahnya, sebaiknya kita mencari rumah kost yang mau dijual. Pastikan rumah kost yang akan dijual itu banyak peminatnya. Ini bisa dipilih di dekat lokasi kampus atau dekat mall atau perkantoran. Pastikan sewa kamar kost itu bisa menutupi besarnya angsuran kita ke bank, atau lebih baik jika penghasilan dari sewa kamar kost itu lebih besar dari angsuran ke bank sehingga kita bisa untung tiap bulan.<br />
Katakanlah rumah kost itu terdiri atas 10 kamar, di mana tarif tiap kamar Rp 300 ribu per bulan. Dengan demikian kost itu bisa menghasilkan uang Rp 3 juta per bulan. Katakanlah jika ada rumah kost dijual Rp 175 juta (harga ini tegantung situasi dan kondisi). Dari harga itu, kita bisa ajukan kredit ke bank sebesar Rp 300 juta. Biasanya bank akan mengucurkan kreditnya hanya sebesar 80 persen alias Rp 240 juta. Dikurangi biaya notaris dan profisi sekitar Rp 40 juta, kita bisa dapat uang segar Rp 200 juta, lalu kita bayarkan ke pemilik rumah sebesar Rp 175 juta.<br />
Dengan demikian kita punya cashback Rp 25 juta. Berdasarkan pengalaman kredit di BTN, utang sebesar itu, angsurannya cuma Rp 2.056.000 per bulan selama 15 tahun. Jika angsuran kita hanya 10 tahun, angsurannya pasti di bawah Rp 2 juta. Angsuran sekitar Rp 2 juta itu bisa kita cicil dari pemasukan sewa kamar yang sebesar Rp 3 juta per bulan tadi.<br />
Jadi dengan demikian, kita bisa beli rumah tanpa modal, plus dapat cashback Rp 25 juta dan penghasilan Rp 1 juta tiap bulan dari sewa kamar. hmmm enak ya&#8230; selamat mencoba&#8230;</p>
<p>Banjarmasin, 24 nov2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=99&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2011/12/23/beli-rumah-tanpa-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2011/12/img00248-20111106-1106.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>rahasia beternak tokek</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/21/rahasia-beternak-tokek/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/21/rahasia-beternak-tokek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:31:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[beternak tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tentang tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Ini pengalaman cukup unik. Saya punya seorang teman. Asalnya dari Jawa, tapi sudah lama menetap di Kalimantan. Kerjaannya tiap hari cuma nangkap tokek di berbagai penjuru daerah. Cuma, cara menangkapnya tidak sembarangan. Dia punya sejumlah mantra yang cukup ampuh. Jika mantranya telah dilepaskan, sejumlah tokek pun seolah datang mendekatinya. Tak peduli tokek itu ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=86&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2010/01/toki1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-90" title="toki" src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2010/01/toki1.jpg?w=150&#038;h=81" alt="" width="150" height="81" /></a>Ini pengalaman cukup unik. Saya punya seorang teman. Asalnya dari Jawa, tapi sudah lama menetap di Kalimantan. Kerjaannya tiap hari cuma nangkap tokek di berbagai penjuru daerah. Cuma, cara menangkapnya tidak sembarangan. Dia punya sejumlah mantra yang cukup ampuh. Jika mantranya telah dilepaskan, sejumlah tokek pun seolah datang mendekatinya. Tak peduli tokek itu ada di pohon besar dan tinggi, atau di tempat paling sulit ditangkap sekalipun. Saya pernah diajari mantra menangkap tokek itu, tapi saya tetap tidak bisa mempraktikkan.<span id="more-86"></span></p>
<p>Tak hanya itu, dia juga menggunakan hitung-hitungan (petung) cara Jawa. Jika dia akan beruru tokek, dia harus mencocokkan jam dan tanggal. Setelah hitung-hitungannya ketemu, lalu dia menentukan arah kemana akan berburu. Tak heran, dalam sehari dia bisa menangkap puluhan bahkan ratusan tokek. Hanya saja, dia tidak mau menangkap semua tokek. Yang masih kecil dilepasnya kembali, sedang yang besar dibawanya pulang.</p>
<p>Orang ini sangat yakin bahwa tokek bukanlah binatang sembarangan. Hewan ini sering berkolaborasi atau dimanfaatkan oleh makhluk gaib. Jadi, memperlakukan tokek juga tidak boleh sembarangan. Juga, untuk membawa dan menjualnya. Makanya, dia tidak sembarangan menjual tokeknya. Hanya kepada orang-orang yang dipercayanya saja dia memberikan tokeknya.</p>
<p>Pernah suatu hari, dia pamit untuk berburu tokek. Dengan uang seadanya, dia naik kapal dari Kalimantan menuju Jawa. Dia selalu kontak-kontakan dengan saya saat di lapangan. Setelah seharian naik kapal, dia pun langsung terjun ke lokasi yang diperkirakan banyak tokek.  Tempat berburu favoritnya adalah pekuburan. Kuburan yang dianggap angker oleh masyarakat, justru dia lebih suka. Sebab, di tempat-tempat seperti itulah tokek lebih senang bersembunyi. Sesuai kodratnya, tokek adalah hewan yang tak suka tempat ramai, atau banyak orang. Jadi, di pekuburan (yang angker), dia bisa lebih tenang hidup. Karena di tempat itu jarang dijamah manusia. Hari pertama di Jawa, dia langsung kontak saya. Baru beberapa jam berburu, dia sudah mengantongi 24 tokek berukuran 2 ons up. Hari hari berikutnya, dia selalu menghabiskan waktu di pekuburan dan hutan-hutan kecil.</p>
<p>Soal keanehan tokek, saya juga sering mengalami. Pernah suatu hari, kawan saya seorang peternak tokek besar ingin memamerkan tokek antiknya kepada saya.Tokek itu hanya punya tiga kaki, yang belakang dua dan depan satu. Tokek itu ditaruh di kandang berukuran sekitar 40X60cm. Dalam kandang itu juga diletakkan sembilan tokek lain, jadi jumlahnya ada 10 ekor. Saat memberi makan tokek pada pagi hari, tokek itu masih ada. Tapi begitu siang hari, saat saya lihat di kandang itu, tokek itu menghilang.  Kejadian itu cukup aneh, mengingat kandang itu cukup kecil dan terlihat bagian dalamnya secara jelas. Tak ada tempat persembunyian di dalam kandang itu. Dicek selama hampir satu jam, tokek itu tetap tidak muncul juga. Anehnya, tiba-tiba saja tokek itu muncul saat saya akan pergi.</p>
<p>Keanehan lain adalah tokek peliharaan saya terlihat tidak sehat, padahal makanan rutin diberikan. Pembuatan dan penempatan kandang juga cukup representatif. Tokek-tokek peliharaan itu, terlihat aneh. Terkadang terlihat seperti mati, tak ada tanda-tanda kehidupan. Tapi, beberapa waktu kemudian dia menghilang lagi di dalam kolong bambu di dalam kandang.  Saya pun memberitahukan hal itu kepada teman saya yang pemburu tokek itu. Dia pun langsung paham. Saya disuruhnya memberi seutas tali dari sabut dan beberapa butir kacang hijau. Dia bilang, itu sebagai syarat agar tokek tidak dihinggapi makhluk halus. Benar saja, begitu saya ikuti sarannya, ternyata tokek-tokek saya langsung terlihat sehat-sehat. Tak hanya itu, tiga hari berikutnya, badannya terlihat lebih segar, sehat dan gemuk-gemuk. Tidak seperti sebelumnya, kulitnya pucat dan tidak aktif. Nah, jika Anda memelihara tokek, ada baiknya kandangnya diberi tali sabut dan kacang hijau mentah.</p>
<p>Meski ini bukan hal yang rasional, mengingat dua benda itu tidak ada hubungannya dengan makanan tokek, tapi tak ada salahnya dicoba. Toh harganya sangat terjangkau. Jadi tak ada salahnya dicoba. Selamat beternak tokek&#8230;</p>
<p><strong>Banjarmasin, 21Januari</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=86&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/21/rahasia-beternak-tokek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2010/01/toki1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">toki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>agar tokek cepat besar</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/07/agar-tokek-cepat-besar/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/07/agar-tokek-cepat-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 12:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Tiga bulan memelihara tokek, saya dapat banyak pengalaman baru. Salah satunya adalah anggapan bahwa tokek adalah hewan yang sangat mudah stress. Itu adalah benar adanya. Di rumah, saya memelihara sekitar 40 ekor tokek ukuran 1-2 ons. Awalnya, saya memeliharanya di teras belakang rumah. Bagian atasnya ada atap sehingga tak kehujanan atau kepanasan. Selain itu, juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=84&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga bulan memelihara tokek, saya dapat banyak pengalaman baru. Salah satunya adalah anggapan bahwa tokek adalah hewan yang sangat mudah stress. Itu adalah benar adanya. Di rumah, saya memelihara sekitar 40 ekor tokek ukuran 1-2 ons.</p>
<p>Awalnya, saya memeliharanya di teras belakang rumah. Bagian atasnya ada atap sehingga tak kehujanan atau kepanasan. Selain itu, juga mudah untuk merawatnya. Sebulan pertama, saya tidak melihat adanya pertumbuhan yang cukup signifikan.  Besarnya ya segitu-gitu aja, nyaris tanpa ada pertumbuhan. Padahal, tiap hari saya beri makan jangkrik segar dan besar. Sekali seminggu, minumannya saya ganti dengan susu.<span id="more-84"></span></p>
<p>Untuk diketahui, saya dan keluarga banyak melakukan aktivitas di teras belakang rumah, dekat kandang tokek. Di tempat itu, kami biasa mencuci pakaian dan piring atau gelas kotor. Anak saya juga sering bermain di tempat itu, termasuk mandi. Kemungkinan besar, tokek saya stres sehingga tak bisa tumbuh subur.</p>
<p>Karena tak ada perubahan berarti, saya pun berpikir untuk mengubah sistem perawatan. Lalu saya coba buat satu kandang baru, berisi tiga ruang. Kandang itu saya letakkan di atas plafon rumah. Tempatnya hangat dan sepi. Suasananya pun seperti sebuah ruangan yang sudah lama tak ditempati, alias ruang kosong. Banyak debu dan baunya apek.</p>
<p>Saya berpikir, inilah tempat yang representatif untuk sang tokek. Yang jelas, tempat ini tak terjangkau keramaian anak saya, juga aktivitas harian lainnya. Di tempat ini, tokek bisa hidup dengan tenang, jauh dari kebisingan dan gangguan harian.</p>
<p>Kandang itu saya isi 6 ekor tokek ukuran sekitar 1,5 ons. Jadi masing-masing ruang ada dua ekor tokek. Soal makanan, semua tokek, baik yang di kandang bawah maupun di atas plafon, saya beri jenis dan jumlah yang sama. Ternyata, sebulan berikutnya, tokek yang ada di atas plafon ukurannya berubah jadi besar-besar. Untuk diketahui, tokek yang ada di atas plafon saya beri makan dua hari sekali, jadi relatif jarang terlihat orang.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan pertumbuhan tokek yang ada di teras belakang, bedanya jauh sekali. Tokek yang ada di atas plafon jauh lebih gemuk. Sekarang beratnya kira-kira di atas 2 ons. Sementara tokek yang ada di teras belakang beratnya masih sekitar 1,5 ons. Selain itu, tokek yang ada di atas plafon lebih agresif dan sehat. Atas keberhasilan itu, saya berniat membuat satu kandang lagi untuk mendongkrak pertubuhan tokek yang lain.</p>
<p>Nah, ini sekelumit pengalaman saya memelihara tokek, semoga bermanfaat untuk pembaca yang tertarik memelihara tokek. Selamat beternak&#8230;</p>
<p>7 Januari 2010</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=84&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2010/01/07/agar-tokek-cepat-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cara menimbang tokek</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/18/cara-menimbang-tokek/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/18/cara-menimbang-tokek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 10:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[harga tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tentang tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Tokek adalah hewan yang sangat mudah stres. Makanya, dia suka hidup di tempat sunyi dan gelap. Ada sedikit suara gaduh, dia langsung bereaksi. Makanya, untuk memelihara tokek, kesunyian tempat sekitar kandang harus diperhatikan. Jika tidak, maka tokek pasti susah besar. Nah, untuk itu, jika Anda akan menimbang tokek untuk dijual, harus benar-benar berhati-hati. Jika tidak, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=75&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<div id="attachment_76" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/geckolores.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-76" title="geckolores" src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/geckolores.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a><p class="wp-caption-text">leopard</p></div>
<p>Tokek adalah hewan yang sangat mudah stres. Makanya, dia suka hidup di tempat sunyi dan gelap. Ada sedikit suara gaduh, dia langsung bereaksi. Makanya, untuk memelihara tokek, kesunyian tempat sekitar kandang harus diperhatikan. Jika tidak, maka tokek pasti susah besar.</p></div>
<div class="entry"></div>
<div class="entry">Nah, untuk itu, jika Anda akan menimbang tokek untuk dijual, harus benar-benar berhati-hati. Jika tidak, maka berat tokek akan merosot drastis, dan ujung-ujungnya, Anda akan kehilangan banyak uang karena tokek dibeli berdasarkan berat badannya.</div>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><strong></strong>Tiap orang punya cara berbeda dalam menimbang tokek. Namun sangat tidak disarankan <strong></strong>menimbang tokek dengan cara memegang badannya dengan tangan langsung. Kalau itu terjadi, dipastikan berat tokek akan menyusut tajam, dan bahkan dia bisa stress. Ujung-ujungnya, dia tak mau makan beberapa hari. Sialnya, lagi, dia akan mati</p>
<p>Nah, berikut cara paling mudah menimbang tokek:</p>
<div class="snap_preview"><strong> </strong>1. Timbanglah kotak atau tempat tokek akan diletakkan atau dibawa ke tempat buyer. Catat berat kotak kosong itu.Suruh buyer menyaksikan prosesnya.</div>
<div class="snap_preview">2. Tangkap tokek menggunakan sarung tangan. (sangat tidak disarankan menangkap tokek menggunakan tangan kosong.</div>
<div class="snap_preview">3. Masukkan tokek kedalam kotak atau tempat itu. Lalu catat berapa beratnya.</div>
<div class="snap_preview">4. Lalu kurangi berat kotak ketika ada tokek di dalamnya dengan berat kotak tanpa tokek. Hasil selisihnya adalah berat tokek.</div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview">Jika tokek akan dibawa ke tempat buyer, pastikan kotak itu cukup ventilasi udaranya. Berikan pula makanan tokek secukupnya. Makanan bisa berupa jangkrik atau makanan kesukaan tokek lainnya.</div>
<div class="snap_preview"></div>
<div class="snap_preview">Beberapa orang memasukkan beberapa butir kacang hijau ke kotak tokek. Tapi saya pesimis itu bisa berhasil. Saya sudah beberapa lama memelihara tokek, tapi dia hanya mau makan dari makanan yang hidup seperti jangkrik. Saya juga pernah memberi makan telur rebus. Kata orang biar cepat gede. Tapi tokek saya ndak mau mengendus sedikitpun, dan celakanya telur itu malah dimakan semut.</div>
<div class="snap_preview"><strong>foto diambil dari www.kaskus.us</strong></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=75&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/18/cara-menimbang-tokek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/geckolores.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">geckolores</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>harga tokek</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/16/harga-tokek/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/16/harga-tokek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[harga tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tentang tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/16/harga-tokek/</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal harga tokek, tak pernah ada kejelasan di pasaran. Hampir semua harga penawaran tokek di internet tak sepenuhnya benar. Di iklan internet, terkadang tokek dihargai sangat mahal, tapi terkadang dihargai sangat murah. Itu, tergantung siapa yang membuka penawaran harga. Tapi, kebanyakan pengiklan di internet berasal dari kalangan mediator. Sangat jarang seorang buyer membuka penawaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=70&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_73" class="wp-caption alignleft" style="width: 139px"><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek-leopard1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-73" title="tokek leopard" src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek-leopard1.jpg?w=129&#038;h=150" alt="" width="129" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">leopard ketjil</p></div>
<p>Bicara soal harga tokek, tak pernah ada kejelasan di pasaran. Hampir semua harga penawaran tokek di internet tak sepenuhnya benar. Di iklan internet, terkadang tokek dihargai sangat mahal, tapi terkadang dihargai sangat murah. Itu, tergantung siapa yang membuka penawaran harga.</p>
<p>Tapi, kebanyakan pengiklan di internet berasal dari kalangan mediator. Sangat jarang seorang buyer membuka penawaran harga di internet. Biasanya, seorang buyer hanya memantau orang-orang yang menawarkan tokek. Jika dia tertarik dengan tokek yang ditawarkan, biasanya dia langsung menghubungi alamat pemasang iklan, bisa via situs, email, telepon atau bahkan datang langsung.<span id="more-70"></span></p>
<p>Tapi, itu semua sah-sah saja. Seorang mediator tak bisa disalahkan sepenuhnya. Biar bagaimanapun, keberadaannya sangat diperlukan oleh pemilik maupun pembeli tokek. Terutama yang kesulitan dalam hal pemasaran. Tapi, sangat disayangkan jika ada mediator yang bekerja tanpa etika. Ingin dapat keuntungan besar, dia rela bermain petak umpet. Ujung-ujungnya, pemilik tokek hanya kebagian kue keuntungan yang sangat kecil. Sementara mediator, hanya bermodal HP, email dan foto tokek, bisa untung berkali-kali lipat dari pemilik tokek.</p>
<p>Nah, dari sini, sebaiknya para mediator mulai mengubah diri. Berbisnis dengan etika. Kejujuran dan keterbukaan dengan pemilik maupun buyer tokek sangat diperlukan. Dengan keterbukaan, semua sama-sama untung, sama-sama senang. Tak ada yang dirugikan. Tidak menimbulkan rasa dendam atau benci di kemudian hari.</p>
<p>Sejak situs ini saya lempar ke publik bulan lalu, beragam pertanyaan muncul, baik yang menulis via komentar, email, maupun telepon langsung. Kebanyakan dari mereka menanyakan harga tokek.  Beberapa kalangan berasal dari pemilik tokek, mediator, atau dari buyer langsung.</p>
<p>Tapi, saya selalu jawab &#8220;saya tidak bisa memastikan.&#8221; Sebab, ada kalanya yang mencari atau menawarkan tokek dengan harga yang sangat tinggi, tapi terkadang ada yang menawarkan dengan harga murah. Jadi, soal harga tetap tak bisa dipastikan.</p>
<p>Selama beberapa waktu berkomunikasi dengan beberapa pemilik, mediator dan buyer, saya bisa menyimpulkan (kalau boleh), bahwa harga tokek itu berbeda di tiap daerah. Misalnya, harga tokek di Surabaya, Jakarta, Yogyakarta atau Banjarmasin jelas berbeda. Biasanya, harga itu tergantung dari kemampuan buyer setempat dalam membayar tokek.</p>
<p>Di Banjarmasin, Kalsel misalnya. Harga tokek sangat bervariasi. Tokek dahan/rumah/pohon/hutan, ukuran 1 ons dihargai Rp 100 ribuan, ukuran 1,5 ons dihargai Rp 250 ribuan, ukuran 2 ons dihargai Rp 1-5 juta, ukuran 2,5 ons up dihargai di atas Rp 10 juta. dst.. Sementara untuk pasaran tokek batu, ukuran 2 kilogram up, dijual pada kisaran Rp 25 juta hingga Rp 50 juta per ons.</p>
<p>Untuk tokek dahan atau rumah yang laku dijual, syaratnya relatif sama: sehat, totol merah/hitam/putih, dll. Sedangkan tokek batu, biasanya yang dicari ukuran 2 kilogram up, sehat,  lidah tidak bercabang. Nah, demikian informasi yang saya tahu. Mungkin Anda jauh lebih tahu informasi soal harga tokek ini. Jika memungkinkan, silakan share harga tokek di sini. Terima kasih&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=70&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/16/harga-tokek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek-leopard1.jpg?w=129" medium="image">
			<media:title type="html">tokek leopard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tips agar tokek tak menyusut</title>
		<link>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/11/tips-membawa-tokek/</link>
		<comments>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/11/tips-membawa-tokek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 07:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>untuk indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang tokek]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tokekbatu.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Banyak teman merasa bingung soal berat tokek. Saat ditimbang sendiri, berat tokek sesuai permintaan, tapi saat dibawa ke tempat tujuan, berat tokek tiba-tiba merosot tajam. Cerita seputar merosotnya berat tokek, mungkin juga pernah Anda dengar atau bahkan Anda alami sendiri. Saya juga pernah mengalami hal ini. Rasanya memang cukup menjengkelkan. Saat itu, saya pergi ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=63&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_64" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-64" src="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek2.jpg?w=150&#038;h=114" alt="" width="150" height="114" /></a><p class="wp-caption-text">liat mangsa...</p></div>
<p>Banyak teman merasa bingung soal berat tokek. Saat ditimbang sendiri, berat tokek sesuai permintaan, tapi saat dibawa ke tempat tujuan, berat tokek tiba-tiba merosot tajam. Cerita seputar merosotnya berat tokek, mungkin juga pernah Anda dengar atau bahkan Anda alami sendiri.</p>
<p>Saya juga pernah mengalami hal ini. Rasanya memang cukup menjengkelkan. Saat itu, saya pergi ke rumah seorang peternak tokek. Di tempat itu, saya beli tokek ukuran 2,5 ons. Setelah ditimbang di tempat, dan beratnya oke, saya pun membayar sesuai perjanjian.<span id="more-63"></span></p>
<p>Ternyata, sesampai di rumah, tokek itu berubah menyusut. Perut tokek yang semula terlihat gendut, berubah menjadi kempis. Saya pun penasaran. Lalu saya timbang. Ternyata beratnya memang menyusut tajam menjadi kurang dari 2 ons. Wah, jengkel banget saat itu. Untung tokek itu bukan untuk saya jual. Bisa dibayangkan jika kita mau menjual tokek itu kepada buyer. Begitu sampai di tempat,  berat tokek menyusut, bisa-bisa kita kena komplain. Bahkan kena pinalti karena telah dibuat perjanjian sebelumnya.</p>
<p>Nah, untuk menghindari menyusutnya berat tokek dalam perjalanan, berikut tips membawa tokek. Tips ini saya ambil dari blognya pakar tokek yang sudah bertahun-tahun menggeluti bisnis gecko ini, di www.tokektokek.blogspot.com.</p>
<p>Tokek merupakan hewan yang gampang sekali menyusut beratnya, karena bagian perut tokek yang sebenarnya hanya berisi angin. Jadi, gampang sekali menyusut. Oleh karena itu, badan tokek tidak bisa dijadikan sebagai perbandingan berat tokek. Melainkan hanya bagian kepala dan ekor yang bisa menggambarkan secara kasat mata berapa berat tokek.</p>
<p>Penyebab paling sering menyusutnya tokek adalah : kondisi tokek yang stres, kondisi lingkungan yang terlalu berisik, kondisi yang terlalu terang dan tokek sering dipegang serta ditimbang.  Solusi/penanganan : Supaya tokek tidak menyusut/penyusutan tidak terlalu ekstrim pada saat dibawa, dapat dilakukan beberapa treatment/perlakuan yaitu :</p>
<p>1. Masukkan tokek ke dalam bambu sehingga tokek tidak dalam keadaan terlalu terang dan suhu selalu terjaga</p>
<p>2. Ke dalam mulut tokek, berikan 2 biji kacang hijau</p>
<p>3.Masukkan beberapa ekor jangkrik ke dalam wadah tokek supaya tokek tidak kelaparan selama perjalanan.</p>
<p>4.Jangan terlalu sering menimbang tokek atau memegang tokek dengan menggunakan tangan langsung, tokek bisa dipegang dengan menggunakan kain pada saat akan ditimbang. Tokek maksimal dipegang 2 kali. untuk memudahkan penimbangan, dapat dilakukan penimbangan wadahnya terlebih dahulu sehingga bisa langsung dikurangi beratnya.</p>
<p>Nah, itu sekadar tips membawa tokek agar tak menyusut beratnya. Selamat bertransaksi tokek, semoga berhasil.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tokekbatu.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tokekbatu.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tokekbatu.wordpress.com&amp;blog=10803359&amp;post=63&amp;subd=tokekbatu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tokekbatu.wordpress.com/2009/12/11/tips-membawa-tokek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4e5887c563b44e3fd6695d2f2ae99baa?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tokekbatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tokekbatu.files.wordpress.com/2009/12/tokek2.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
