Oleh: untuk indonesia | 23 Desember 2011

beli rumah tanpa uang


Dua tahun terakhir strategi membeli rumah tanpa modal mulai banyak dilakukan orang. Strategi ini juga banyak diseminarkan di kota-kota besar dengan biaya seminar mencapai Rp 3 jutaan per sesi selama dua jam. Meski terhitung mahal, ternyata peminatnya tetap saja membeludak. (dan saya belum pernah ikut seminarnya karena tak pernah diselenggarakan di kota saya, hehe). Itu bisa dimengerti mengingat strategi ini cukup provokatif dan mengena. Siapa sih hari gini yang tak ingin punya rumah sendiri, gratisan lagi. Bahkan jika strategi ini benar-benar diterapkan, kita bisa mempunyai banyak rumah di beberapa kota.
Meski saya baru taraf mencoba, tak ada salahnya saya berbagi ilmu dengan teman-teman. Saat ini, saya juga masih terus mencoba untuk membeli rumah-rumah yang lain. Untuk diketahui, saat ini saya sedang proses akad rumah ketiga saya. (ehm…).Tapi rumah yang ini rumah apa adanya, hanya tipe 36 saja. Awalnya saya tidak berminat membeli rumah ini, tapi gak ada salahnya membelinya, etung-etung untuk tabungan. Daripada tabungan berbentuk uang tak pernah bisa bertahan lama. hehehe.
Baiklah, saya cerita rumah saya yang pertama, letaknya di Kota Banjarbaru. Saya beli rumah ini sangat murah. Uang mukanya cuma Rp 3,5 juta. Enaknya lagi, uang muka itu saya angsur tiga kali, hehe, enak banget ya. Sebetulnya uang mukanya sih Rp 7 juta, tapi pengembang memberi diskon 50 persen untuk 10 pembeli pertama.
Awalnya banyak orang yang tidak suka dengan lokasi rumah ini. Letaknya cukup jauh dari kota. Tapi saat itu feeling saya mengatakan, perkembangan kota ini akan sangat bagus. Apalagi saat itu calon Gubernur Kalsel (saat itu terkuat) sudah berniat memindahkan ibu kota Kalsel ke Banjarbaru. Dia juga menjadikan pemindahan ibu kota ini sebagai jualannya saat kampanye. Dan ternyata tahun ini, pemindahan ibu kota itu benar-benar terealisasi. Dan saya pun beruntung karena lokasi rumah ini hanya sekitar tiga kilometer dari kantor Pemprov Kalsel yang baru itu.
Jadi, jika saat itu rumah saya harga jualnya hanya Rp 49 juta, kemungkinan besar saat ini harganya sudah lebih dari Rp 90jutaan, karena tahun lalu sempat ditawar Rp 80 juta tapi belum saya lepas. Angsuran rumah saya ini Rp 315 ribu per bulan selama 15 tahun. Baiklah, sekarang kembali ke strategi beli rumah tanpa modal.
Jika kita ingin membeli rumah, pastikan lokasinya strategis, atau setidaknya prospektif untuk dijadikan lokasi hunian yang nyaman atau prospektif untuk usaha. Hampir dua tahun lalu, rumah saya ini dikontrak orang dengan tarif Rp 300 ribu per bulan. Saya mengikat pengontrak selama dua tahun bayar di muka. Artinya pengontrak membayar Rp 7.200.000 di muka. Dengan demikian, uang muka yang saya bayarkan sebesar Rp 3,5 juta sudah tergantikan. Selain itu, saya dapat cashback dana segar sebesar Rp 3.700.000. Kabar baiknya, pengontrak saya ternyata membuat pagar keliling tanah rumah saya. (alhamdulillah, untung dua kali).
Itu untuk kasus rumah KPR. Lalu bagaimana jika kita ingin membeli rumah yang bukan KPR? Tetap saja bisa. Jika kita ingin membeli rumah dengan uang bank, kita harus berpikir kreatif. Artinya, kalau kita mampu mengangsur, tidak masalah, tapi jika tidak mampu, sebaiknya berpikir mencari pengontrak rumah yang akan kita beli.
Untuk mudahnya, sebaiknya kita mencari rumah kost yang mau dijual. Pastikan rumah kost yang akan dijual itu banyak peminatnya. Ini bisa dipilih di dekat lokasi kampus atau dekat mall atau perkantoran. Pastikan sewa kamar kost itu bisa menutupi besarnya angsuran kita ke bank, atau lebih baik jika penghasilan dari sewa kamar kost itu lebih besar dari angsuran ke bank sehingga kita bisa untung tiap bulan.
Katakanlah rumah kost itu terdiri atas 10 kamar, di mana tarif tiap kamar Rp 300 ribu per bulan. Dengan demikian kost itu bisa menghasilkan uang Rp 3 juta per bulan. Katakanlah jika ada rumah kost dijual Rp 175 juta (harga ini tegantung situasi dan kondisi). Dari harga itu, kita bisa ajukan kredit ke bank sebesar Rp 300 juta. Biasanya bank akan mengucurkan kreditnya hanya sebesar 80 persen alias Rp 240 juta. Dikurangi biaya notaris dan profisi sekitar Rp 40 juta, kita bisa dapat uang segar Rp 200 juta, lalu kita bayarkan ke pemilik rumah sebesar Rp 175 juta.
Dengan demikian kita punya cashback Rp 25 juta. Berdasarkan pengalaman kredit di BTN, utang sebesar itu, angsurannya cuma Rp 2.056.000 per bulan selama 15 tahun. Jika angsuran kita hanya 10 tahun, angsurannya pasti di bawah Rp 2 juta. Angsuran sekitar Rp 2 juta itu bisa kita cicil dari pemasukan sewa kamar yang sebesar Rp 3 juta per bulan tadi.
Jadi dengan demikian, kita bisa beli rumah tanpa modal, plus dapat cashback Rp 25 juta dan penghasilan Rp 1 juta tiap bulan dari sewa kamar. hmmm enak ya… selamat mencoba…

Banjarmasin, 24 nov2011


Responses

  1. ia… kalu kita mw pinjam dana di bank kn harus ada jaminan jg bro… Jd gmn, kalu gk da jaminan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: